Visitors

foto: internet Pergantian penanggalan Hijriyah terjadi begitu waktu magrib tiba, berbeda dengan Masehi yang detik perubahan tanggalny...

Selamat Tahun Baru 1439 H

Gambar terkait
foto: internet
Pergantian penanggalan Hijriyah terjadi begitu waktu magrib tiba, berbeda dengan Masehi yang detik perubahan tanggalnya berlangsung tengah malam. Ini tentunya juga berpengaruh pada sikap dan cara orang-orang dalam menyambutnya.

Bila Hijriyah berada di ujung siang, maka agama memang menyebut bahwa siang adalah masa manusia untuk berusaha. Diawali dengan tibanya waktu Asar sebagai aba-aba supaya manusia sudah harus bersiap-siap dan berkemas, sebab sebentar lagi Matahari akan tenggelam dan malam segera menjelang. Usai sudah karya di hari ini, semoga saja semenjak kita memulai hari dari tadi malam dengan perencanaan terbaik, dengan istirahat yang cukup dan ibadah yang khusyuk apa yang sudah kita lakukan kita serahkan kepada Tuhan, sebab kita sudah menanam benih dan Dia-lah yang menumbuhkan.

Sementara tahun Masehi yang pertukarannya berada di tengah malam mengharuskan orang-orang (para hambanya) untuk menunggu detik-perdetik tengah malam. Pesta pora digelar, di mana-mana tempat hiburan dan perbelanjaan men-discount berbagai produknya dan berias secantik mungkin. Tidak ada doa dan wiridan, yang ada bahkan sebaliknya; letusan mercun, kembang api dan bahkan pesta sek. Padahal Tuhan mengatakan bahwa malam diciptakan sebagai pakayan atau kesempatan untuk beristirahat.

Diambilnya momentum hijrah sebagai penamaan tahun Islam di masa khalifah Umar bukanlah juga tanpa ada opsi lainnya. Tetapi hijrah itu adalah bergerak, ia energi untuk segera berpindah, baik dari satu tempat ke tempat lainnya yang pada masa itu dari Mekah ke Madinah, maupun berpindah pada tataran niat (intention) dari segala kebiasaan buruk, laku yang kurang baik menuju pribadi yang menjunjung keberadaban. Dan dalam sejarah, paska hijrahlah agama ini mengalami perkembangan yang cukup pesat.

Karena itu, kedatangan tahun baru Hijriyah ini adalah momentum tahunan bagi kita untuk menoleh sejenak ke belakang dan menyusun langkah ke depan. Muhasabah, introspeksi, re-schedule, dan dalam itu semua tidak ada hura-hura, tidak ada mercun yang meledak atau kembang api yang membakar langit. Semuanya tentang kerja-kerja yang belum sempurna sebagai khalifah yang kita mintakan ampunan Tuhan, semuanya tentang mimpi-mimpi masa depan yang kita harapkan dipeluk oleh Tuhan.

Maka, mari memandang dengan kejernihan pikiran dan kebeningan nurani pada sesuatu yang layak kita semarakkan. Berorientasilah pada substansi, sebab waktu tidak bisa ditukar dengan apa pun, sekali dia lewat lepas sudah untuk selamanya. Bila pada permulaan saja mata kita telah kabur, maka mutiara mana lagi yang bisa kita pungut di sepanjang penyelaman samudra kehidupan ini.

Selamat tahun baru 1439 Hijriyah.

BACA JUGA:

0 komentar: