Pembaca sekalian, setelah saya bagikan flayer lomba menuliskan kisah inspirasi pada malam kemaren, ada beberapa komen dan pertanyaan yang masuk ke inbox fb ini, bahkan juga ada via wa.
Umumnya, karena tidak ada info tambahan, atau mungkin kita terbiasa membaca Pembaca sekalian, setelah saya bagikan flayer lomba menuliskan kisah inspirasi pada malam kemaren, ada beberapa komen dan pertanyaan yang masuk ke inbox fb ini, bahkan juga ada via wa.
Umumnya, karena tidak ada info tambahan, atau mungkin kita terbiasa membaca berbagai sayembara dengan syarat ini dan itu. Sementara lomba yang satu ini cukup di-3 syarat yang tertulis; like Fanpage Duta Baca Provinsi Riau, tulisan dimuat di fb sahabat sekalian dan di-tag juga ke fb Wamdi Duta Baca Riau, dan orang yang ditulis masih hidup serta bertempat tinggal di Riau.
Cukup, itu saja.
Tetapi anggaplah catatan ini penjelasan singkat saya.
Disadari atau tidak masing-masing manusia Tuhan karuniakan kelebihan dan kekuatan, tidak ada yang kelebihan semua atau kekurangan semua. Kemudian dengan plus dan minus itulah Tuhan meminta kita berkolaborasi, saling menopang, saling menguatkan.
Dan pada kolaborasilah baru tercipta kesempurnaan, sebuah capaian yang impossible bagi seorang individu.
Kolaborasi itu kemudian 'terlembagakan' dengan menikah (adanya pasangan), struktur organisasi masyarakat, sampai ke tingkat negara, bahkan pada level dunia.
Rumusnya: semakin banyak kita berkumpul semakin terkonsolidasi kekuatan, sebaliknya semakin berpencar semakin lemah dan rapuhlah bangunan kesempurnaan yang diharapkan itu.
Bahkan, ketika kita sudah menyatupadu pun kesempurnaan sejati tetap saja berpulang pada yang Satu (Allah). Tetapi paling tidak pepatah "Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh" menemui kebenarannya pada tanah kemanusiaan. Cuma katanya jangan diamalkan adagium itu dimusim Covid-19 ini, sebab itu harus dibalik "Bercerai kita kokoh, bersatu kita roboh."
Nah, disamping menyatunya manusia atau saling menguatkan dengan berbagai kelembagaan itu tadi, maka berbagi cerita adalah bentuk lain dari kita untuk saling mengokohkan. Bahkan sebuah cerita bisa menyasar ceruk terdalam dari diri manusia, jiwa dan mental.
Dan dalam kerangka penguatan jiwa dan mental itulah cerita bekerja dan mengalir bagai darah yang kelak menegakkan tulang punggung semangat yang selalu menyala. Sepertinya halnya juga Tuhan menggunakan cerita dan kisah-kisah nabi serta umat-umat sebelumnya untuk nabi dan umat berikutnya.
Saya yakin, orang-orang baik, orang-orang yang punya integritas diri dan penuh semangat itu masih banyak di sekitar kita. Mereka adalah titik-titik pelita yang kemudian berbagi cahaya dengan yang lainnya.
Merekalah orang-orang yang menguatkan diri untuk tetap tersenyum tiap kali matahari baru tiba. Mereka bukan tidak punya setumpuk atau bahkan bertumpuk persoalan hidup, tetapi dalam detak dan denting waktu benang kusut itu mereka ungkai satu persatu-persatu, dan perlahan mulai ditenun hingga akhirnya orang-orang hanya melihat terusan pakaian di pajang di etalase pertokoan bermerek.
Ayo buka mata, mata kepala dan mata hati. Kemudian tuliskan, bagikan, kelak menyala bagai api dan membakar kelemahan.
(Sabtu, 30 Mei 2020)
NB:
Syarat nomor dua bagi yang belum berteman (karena keterbatasan jumlah) bisa kirimkan saja tulisan ke dutabacariau@gmail.com
Pembaca sekalian, setelah saya bagikan flayer lomba menuliskan kisah inspirasi pada malam kemaren, ada beberapa komen dan pertanyaan yang ...
Berbagi Api Inspirasi
About author: https://wamdijihadi.blogspot.com/
Cress arugula peanut tigernut wattle seed kombu parsnip. Lotus root mung bean arugula tigernut horseradish endive yarrow gourd. Radicchio cress avocado garlic quandong collard greens.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar: